Penggunaan OPENING, CONTENT, and CLOSING Dalam Speaking

Pada postingan ke dua ini, saya ingin memberikan sedikit pengetahuan bagi kawan-kawan yang menyukai pembelajaran bahasa inggris, yaitu tentang bagaimana proses belajar speaking dengan menggunakan kerangka berfikir. Sebenarnya pola ini sudah lama diaplikasikan sejak dari zaman para pendahulu-pendahulu kita misalnya pidato, ceramah agama, pembawa acara, moderator, reporter dan juga dalam public speaking lainnya. Nah, bagaimana cara penerapannya dan seperti apa kerangka berfikir itu? Mari kita jelajah.



Ada tiga konsep dalam satu kerangka berfikir yang saya terapkan dalam pengajaran bahasa inggris level junior dan senior di KLC, untuk konsep ini saya mengambil satu topic tentang apa yang akan dipresentasekan yaitu “How to make something”

Ini kerangka berfikir yang akan di jalankan:


Baik, pada topic ini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang ketiga konsep tersebut, namun mari kita lihat contoh di bawah ini “opening, content dan closing”, sebagai landasan analisa dan pemahaman kita. Setelah itu anda bisa menjelaskan tentang kalimat-kalimat tersebut kepada siswa.  



Contoh di atas adalah proses penjelasan dan sekaligus bisa dipraktekkan. Namun dalam hal ini, siswa harus diberi kesempatan untuk membuat kalimatnya sendiri berdasarkan keinginan dan pengetahuan dia. Artinya kalmat kalimat di atas boleh di edit namun tidak keluar dari tiga konsep tersebut. Contoh: kata “would like to boleh diedit menjadi will, am going to, want to, gonna, and wanna”. 

Tujuan dari penerapan kerangka berfikir ini adalah: 

Pertama, agar siswa lebih menguasai langkah-langkah dalam berbicara sehingga pada prakteknya siswa tidak perlu lagi bingung dengan arah atau alur apa yang akan dibicarakan. Mereka cukup mengingat tiga konsep itu “opening, content and closing”. 

Kedua, konsep di atas memberikan kemudahan bagi siswa dalam merancang dan merencanakan apa yang akan dibuatnya dan juga mereka akan menemukan kata kata baru dengan sendirinya atau dengan tanpa bantuan guru.

Ketiga, kalimat kalimat yang bisa diedit itu menjelaskan bahwa siswa tidak menjadi monoton terhadap menggunakan contoh kalimat secara penuh, namun siswa harus menciptakan kalimat-kalimatnya sendiri berdasarkan topic apa yang ia peroleh dari guru. 

Baik kawan, hanya ini yang bisa saya tawarkan bagi anda yang sedang mendalami profesi guru bahasa inggris. Dan jika ada pertanyaan silahkan di kolom komentar. 

If a job is a hobby so you will earn everything easily  by_Mr.Van

2 komentar:

Qur'an

Islamiah

English

Arab

Akademik

Diberdayakan oleh Blogger.